Rumah Peradaban Archives

Buku Pengayaan Irau Arkeologi Di Krayan

RK Cover

Mengenal Rumah Kadang: Arsitektur Tradisional Lundayeh

MSBDPK Cover

Mosaik Sejarah Budaya di Kawasan Perbatasan

6. EXPLORE KRAYAN_Page_01

Explore Krayan

Buku Mewarnai

Buku Mewarnai Legenda Sumur Garam Krayan

Cover Gerabah

Mengenal Cara Pembuatan Kuden Tana

 

 

Rumah Peradaban 2018: Rekonstruksi Rumah Kadang

Rumah Kadang merupakan satu diantara bentuk arsitektur tradisional masyarakat Lundayeh. Rumah ini dibangun secara gotong royong oleh warga yang akan menghuninya. Begitu pula perawatannya. Setiap penghuni berkewajiban menjaga dan memelihara bangunan rumah. Di dalam rumah kadang terdapat bilik atau sekat pemisah antar ruang. Setiap keluarga menempati satu ruangan.

Irau Arkeologi 2018 (Bagian 3-Selesai)

Kegiatan Hari ke-3–5 (4–6 Oktober 2018)

Jelajah situs di Long Midang

Peserta terdiri dari siswa SMP  dan guru.

DSCF2777

DSCF2729

Workshop Pembuatan Gerabah dan Kain dari Kulit Kayu

Kegiatan Workshop ini bertempat di Rumah Kubu, Lokasi Terang Baru

DSCF4812  DSCF4814

DSCF4819  DSCF4821

DSCF4850  DSCF4993

Kunjungan dari siswa SD

Siswa-siswi SD Terang Baru dan para guru mengunjungi Rumah Kubu. Bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswanya mengenai budaya di Krayan dengan menggunakan alat peraga yang telah disiapakan oleh Tim Irau Arkeologi 2018.

DSCF4875  DSCF4887

DSCF4896  DSCF5139

Jejalah situs di Desa Terang Baru

Situs yang dikunjungi adalah patung buaya, batu perupun di 3 lokasi berbeda. Salah satu dari batu perupun tersebut sudah termasuk Dagar Budaya

DSCF3008  DSCF3030

DSCF3093  DSCF3087

Diskusi

Diskusi budaya ini di pandu oleh Bapak Ryan Anthony dari LPADKT dengan Narasumber Bapak Rochtry Agung Bawono dan peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

DSCF2885 DSCF2887

DSCF2920  DSCF2917

Penutupan

Saat penutupan diumumkan pemenang dalam workshop pembuatan Gerabah dan Kalin Kulit Kayu dan penyerahan alat peraga pendidikan

DSCF2923  DSCF2926

Foto bersama
DSCF5233 DSCF5337

 

Irau Arkeologi 2018 (Bagian 2)

Kegiatan Hari ke-2 (3 Oktober 2018)

Kegiatan hari kedua ini terdiri dari seminar dan workshop pembuatan talun dan kuden tana.

Seminar

Seminar ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 3 Oktober 2018, di Desa Long Bawan. Seminar bertajuk Penguatan Karakter Budaya di Kawasan Perbatasan diharapkan dapat memunculkan gagasan-gagasan mengenai pemajuan kebudayaan dan peradaban. Pembicara dalam seminar antara lain Bapak Serfianus, S.IP (Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan), Bapak Heidy Surachman (Kepada Bidang Pengembangan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Dwi Yani Yuniawati (Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta), Bapak Tirza Galih (Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur), dan Bapak Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang).

Pemateri

DSCF2612

Pemaparan

Heidy Surachman (Kepada Bidang Pengembangan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)

DSCF2582

Bapak Serfianus, S.IP (Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan)

DSC_0021

Dwi Yani Yuniawati (Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta)

DSCF2605

Bapak Tirza Galih (Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur)

DSC_0059

Bapak Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang)

DSC_0057

Diskusi

DSCF2591 DSCF2595

Workshop Pembuatan Gerabah dan Kain Kulit Kayu

  • Gerabah merupakan wadah dari tanah liat. Wadah ini digunakan sejak masa prasejarah. Tradisi pembuatan gerabah (kuden tana’) juga berkembang di kawasan Krayan. Namun, seiring berlangsungnya waktu tradisi ini juga mengalami kepunahan. Melalui workshop pembuatan gerabah diharapkan pengetahuan teknologi tradisional akan tetap lestari.
  • Tradisi pembuatan kulit kayu berlangsung sejak masa prasejarah hingga kini. Tradisi tersebut masih berlangsung di beberapa tempat di Indonesia khususnya Krayan. Tujuannya untuk melestarikan tradisi leluhur sebagai bentuk kepedulian akan kearifan lokal.

Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 3—6 Oktober 2018 bertempat di Rumah Kubu, Lokasi Terang Baru. Peserta workshop sebanyak 20 orang terdiri dari siswa SMUK 10 orang dan siswa SMK 10 orang. Kemudian peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu satu kelompok untuk membuat gerabah dan satu kelompoknya lagi membuat kain kulit kayu. Mentor dalam workshop ini adalah Bapak Rochtri Agung Bawono (Dosen dari Universitas Udayana).

Pembuatan Gerabah

DSCF4854

Pembuatan Kulit Kayu

DSCF4855

Mentor

DSCF4801

 

Irau Arkeologi 2018 (Bagian 1)

Irau Arkeologi 2018

Irau Arkeologi 2018 dilaksanakan pada tanggal 2—6 Oktober 2018, tempat di Kec. Krayan, Kab. Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Peserta dari kegiatan ini adalah guru dan anak sekolah (SD, SMP, dan SMA).  Adapun rangkaian kegiatannya adalah

Kegiatan Hari ke-1 (2 Oktober 2018)

Pembukaan

Pembukaan Rumah Peradaban Irau Arkeologi dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2018 di Desa Long Bawan, yang dihadiri oleh Bapak Serfianus dari Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Guru-guru (SMA, SMP, SD), Siswa SMA 20 orang, Siswa SMP 20 orang, Siswa SD 20 orang, Forum Adat, Laskar Pemuda Adat Dayak Kaltim Kaltara (LPADKT-KU), dan Cultural Filed School (CFS).

Peserta

DSC_0156 DSC_0118

Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

DSC_0061  DSC_0066

Pada saat pembukaan ini tamu dan undangan disuguhi dengan tari penyambutan oleh penari dari CFS

DSC_0087

Video Tari Penyambutan

Sambutan-sambutan

Sambutan sekaligus pembukaan acara Irau Arkeologi 2018 oleh Bapak Serfianus Sekda Kabupaten Nunukan

DSC_0125

Sambutan Bapak Lewi Galak dari Form Adat

DSC_0076

Penyerahan buku pengayaan dan alat peraga pendidikan dari Balai Kalsel kepada  Bapak Sekda Kab. Nunukan, LPADKT-KU, dan Form Adat

DSC_0131

Setelah selesai pembuka dilanjutkan dengan pendirian Patung Ulung Buaya

Pendirian Patung Ulung Buaya

Pendirian Ulung Buaya merupakan simbolisasi semangat kepahlawanan atau keberanian. Pelestarian tradisi bertujuan untuk menumbuhkan semangat generasi muda dalam pelestarian warisan budaya. Pendirian Ulung Buaya dilakukan oleh para pelajar di Krayan, di bantu Forum Adat dan Panitia Irau Arkeologi 2018. Pembuatan Patung Buaya ini dilakukan beberapa hari sebelum acara pembukaan dimulai. Peresmian patung Ulung Buaya dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2018. Peresmiannya di mulai dengan pembacaan mantra-mantra, kemudian diikuti dengan tari-tarian selamat datang yang dilakukan oleh peserta Irau Arkeologi.

Pembuatan Patung Buaya

DSCF2523

Pembacaan Mantra

DSC_0175

Tari-tarian

DSC_0220 DSC_0248

Video Peresmian Patung Buaya

Pameran

Display Pameran

Pameran

Alat Peraga Pendidikan

Alat peraga pendidikan ini berupa ular tangga yang dimodifikasi menjadi jelajah situs arkeologi, puzzle tentang budaya dan nasionalisme, dan buku mewarnai tentang legenda Sumur Garam

DSC_0003  DSC_0005  DSC_0305 DSC_0301

Rumah Peradaban Ketapang Gawai Arkeologi 2017

Sarasehan pengembangan situs Pengaron Kabupaten Banjar ini  merupakan rangkaian rumah peradaban Pengaron. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu hari senin dan selasa tanggal 21-22 November 2016 bertempat di hotel Dafam Q Mall Banjarbaru.  Pesertanya berasal dari kalangan masyarakat Pengaron sebanyak 20 orang  dan instansi pemerintah yang terkait sebanyak 20 orang. Tujuan dari kegiatan ini untuk menjaring informasi mengenai pengetahuan, masalah, sikap, persepsi, dan harapan masyarakat dan instansi pemerintah terkait terhadap situs Pengaron. Read the rest of this entry

Rangkaian Rumah Peradaban Di Pengaron (Pameran)

Pameran Arkeologi di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program Rumah Peradaban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 16-20 November 2016 ini menampilkan beragam materi, seperti artefak (artefak berasal dari berbagai situs yang yang di Pulau Kalimantan) dan poster bertemakan “Rumah Peradaban Pengaron dan Arkeologi Kalimantan”. Read the rest of this entry

Rangkaian Rumah Peradaban Di Pengaron (Workshop)

Balai Arkeologi Kalimantan Selatan mengadakan Workshop Arkeologi di Pengaron, pada tanggal 02-10 November 2016. Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan dari rumah peradaban di Pengaron. Peserta workshop adalah siswa-siswa SMA dan guru pendampingnya yang berada di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tapin, terdiri dari dua siswa setiap sekolah dan satu guru pendamping, jumlah keseluruhan 30 orang . Workshop arkeologi di Pengaron ini dibantu oleh mahasiswa dari FIB Udayana dan FIB UNHAS sebagai pendamping. Read the rest of this entry

Pameran Arkeologi

Pameran Arkeologi “Gawai Arkeologi” di Citimall Ketapang, Kalimantan Barat. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program Rumah Peradaban Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 24 – 28 Agustus 2016 ini menampilkan beragam materi, seperti artefak, replika bangunan dan struktur, poster, serta foto bertemakan arkeologi dan budaya. Selain itu, dalam rangkaian acara pameran ini juga menampilkan pertunjukan seni seperti musik gambus, syair bergulong, membatik, pencak silat, tari tradisional Dayak dan Melayu. Ada juga kegiatan interaktif yang melibatkan para pengunjung, seperti kegiatan rekonstruksi gerabah dan simulasi ekskavasi arkeologi yang dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Untuk kegiatan simulasi ekskavasi arkeologi ini telah disediakan replika situs arkeologi dengan ukuran 5 x 10 meter yang dapat menampung hingg 10 pengunjung dalam satu waktu permainan.

Read the rest of this entry

 Page 1 of 2  1  2 »