Abstrak. Daerah Aliran Sungai (DAS) Hovongan telah memunculkan entitas budaya masyarakat hulu sungai. Manusia yang mendiami daerah ini beradaptasi dengan lingkungan hutan hujan tropis berkapur (limestone forest). Penelitian arkeologi berusaha mengungkap persebaran situs dan aktivitas budaya pada hunian masa lalu di DAS Hovongan. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan observasi dan pemetaan situs di Bukit Kahung dan Sungai Awi (anak Sungai Hovongan). Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi beberapa artefak hasil budaya masyarakat di DAS Hovongan. Berdasarkan hasil analisis artefak disimpulkan bahwa hunian pada masa lalu berada di gua-gua kapur yang bercirikan berlantai kering, berbentuk ceruk, dan dekat sumber mata air. Aktivitas budaya dalam hunian antara lain pengolahan hasil buruan, berkesenian, dan ritus kematian.

Kata kunci: DAS Hovongan, Kapuas Hulu, hutan hujan tropis, pemukiman kuno, gua kapur.

Abstract. The Hovongan river basin had raised cultural entities in the upper reaches of the river. Humans who inhabited this area adapt to the limestone rainforest environment. Archaeological research was conducted to uncover the distribution of sites and cultural activities of ancient settlements along the Hovongan. The methods used are observation and mapping of sites in Kahung Hill and Awi River (a tributary of Hovongan). This study has succeeded in identifying several cultural artifacts left by people along the watershed. Based on the analysis results, it can be concluded that occupancy in the past was in limestone caves which have characteristics of dry floors, niche, and near water resources. Cultural activities in residential areas consist of hunting processing, art and death rites.

Keywords: Hovongan river basin, Kapuas Hulu, tropical rain forest, ancient settlement, limestone cave

Sumber : Berita Penelitian Arkeologi Volume 12 Tahun 2018 , hlm  1-45

Penulis : Imam Hindarto, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono, dan Eko Herwanto

Posel : imam.hindarto@kemendikbud.go.id; vida.pervaya@kemdikbud.go.id; eko.herwanto@kemendikbud.go.id

BPA VOL 12 SEPTEMBER 2018_Page_01

Berita Penelitian Arkeologi Volume 12 September 2018

Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)

Balai arkeologi melaksanakan rekrutmen PPNPN selama dua hari, pada tanggal 27–28 Desember 2018. Tes tertulis dan tes wawancara dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2018 dan pada tanggal 28 Desember 2018 masih berlangsung tes wawancara. Tes ini diikuti oleh 10 orang peserta.

Peserta tes tertulis

IMG-20181227-WA0005

Tes wawancara

IMG-20181227-WA0015

Penandangan Surat Perjanjian Kerja

Dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2019 yang disaksikan oleh seluruh pegawai Balai Arkeologi Kalsel

IMG-20190104-WA0009

Foto Bersama

IMG-20190104-WA0025 IMG-20190104-WA0008

Kaleidoskop Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi

Balai Arkeologi Kalsel mengadakan Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi pada tanggal 17 s.d. 19 Desember 2018, di Hotel Roditha Banjarbaru. Kegiatan ini mengundang narasumber dari Universitas Indonesia, yaitu Bapak Prof. Agus Aris Munandar.  Peserta tapat adalah seluruh peneliti di balar kalsel. Selain itu, pada kegiatan ini juga mengundang peserta dari Balai Bahasa Kalsel, Balitra, Universitas Lambnung Mangkurat, Universitas Islam Negeri, Balitbangda Prov. Kalsel, dan BKSDA Kalsel.

 

Pembukaan

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

IMG_20181220_153517_847

Sambutan Ketua Panitia

IMG_20181220_153517_843

Sambutan Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

IMG_20181220_153517_876

Peserta Rapat

IMG-20181220-WA0007

Foto Bersama dengan narasumber (Bapak  Prof. Agus Aris Munandar)

IMG-20181220-WA0010

Buku Pengayaan Irau Arkeologi Di Krayan

RK Cover

Mengenal Rumah Kadang: Arsitektur Tradisional Lundayeh

MSBDPK Cover

Mosaik Sejarah Budaya di Kawasan Perbatasan

6. EXPLORE KRAYAN_Page_01

Explore Krayan

Buku Mewarnai

Buku Mewarnai Legenda Sumur Garam Krayan

Cover Gerabah

Mengenal Cara Pembuatan Kuden Tana

 

 

Pameran Arkeologi Kuala Kapuas

Pameran Arkeologi dilakukan dalam rangka  melaksanakan tugas dan fungsi dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, yaitu penyebaranluasan informasi hasil penelitian arkeologi di Kalimantan. Pameran Arkeologi ini dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dengan tema “Keanekaragaman Tinggalan Budaya di Kalimantan”. Pelaksanaannya pada tanggal 29 Oktober 2018–4 November 2018 di Citimall Kuala Kapuas. Materi pameran berupa poster arkeologi  dan artefak merupakan hasil temuan pada saat penelitian di Kalimantan. Selain itu, kegiatan ini juga mengundang peserta didik (SMP dan SMA) yang ada di Kabupaten Kuala Kapuas untuk belajar arkeologi (kuliah lapangan) yang akan dibimbing oleh peneliti yang ada di Balai Arkeologi Kalimantan Selatan.

Adapun Rangkaian Kegaiatn Pameran Arkeologi sebagai berikut

Stand Pameran

20181029_171355  20181029_171415

Pembukaan Pameran

Tarian

20181031_203101

Sambutan

Sambutan oleh perwakilan Ketua Pelaksana kegiatan

20181031_203926

Sambuatan Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

20181031_204819

Sambutan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas sekaligus membuka pameran

20181031_210052

Kegiatan Pameran

Kuliah Lapangan Arkeologi di Pameran

20181101_122618

Mewarnai untuk peserta didik

20181102_103103

Memberikan informasi hasil penelitian ke pengunjung

20181102_110052

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunjungan SMA

Pada tanggal 24 Oktober 2018, Balai Arkeologi Kalimantan Selatan dikunjungi oleh siswa dan guru sejarah dari SMAN 1 Tambang Ulang, Kab. Tanah Laut.

Peserta

IMG-20181024-WA0004

Sambutan dari Ibu Normalina, S.sos (Kasubbag TU Balar Kalsel)

IMG_20181024_110310_686

Ibu Nia Marniati Etie Fajari, S.S. (Arkeolog) memberi materi tentang arkeologi kepada siswa

IMG-20181024-WA0002

Rumah Peradaban 2018: Rekonstruksi Rumah Kadang

Rumah Kadang merupakan satu diantara bentuk arsitektur tradisional masyarakat Lundayeh. Rumah ini dibangun secara gotong royong oleh warga yang akan menghuninya. Begitu pula perawatannya. Setiap penghuni berkewajiban menjaga dan memelihara bangunan rumah. Di dalam rumah kadang terdapat bilik atau sekat pemisah antar ruang. Setiap keluarga menempati satu ruangan.

Irau Arkeologi 2018 (Bagian 3-Selesai)

Kegiatan Hari ke-3–5 (4–6 Oktober 2018)

Jelajah situs di Long Midang

Peserta terdiri dari siswa SMP  dan guru.

DSCF2777

DSCF2729

Workshop Pembuatan Gerabah dan Kain dari Kulit Kayu

Kegiatan Workshop ini bertempat di Rumah Kubu, Lokasi Terang Baru

DSCF4812  DSCF4814

DSCF4819  DSCF4821

DSCF4850  DSCF4993

Kunjungan dari siswa SD

Siswa-siswi SD Terang Baru dan para guru mengunjungi Rumah Kubu. Bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswanya mengenai budaya di Krayan dengan menggunakan alat peraga yang telah disiapakan oleh Tim Irau Arkeologi 2018.

DSCF4875  DSCF4887

DSCF4896  DSCF5139

Jejalah situs di Desa Terang Baru

Situs yang dikunjungi adalah patung buaya, batu perupun di 3 lokasi berbeda. Salah satu dari batu perupun tersebut sudah termasuk Dagar Budaya

DSCF3008  DSCF3030

DSCF3093  DSCF3087

Diskusi

Diskusi budaya ini di pandu oleh Bapak Ryan Anthony dari LPADKT dengan Narasumber Bapak Rochtry Agung Bawono dan peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

DSCF2885 DSCF2887

DSCF2920  DSCF2917

Penutupan

Saat penutupan diumumkan pemenang dalam workshop pembuatan Gerabah dan Kalin Kulit Kayu dan penyerahan alat peraga pendidikan

DSCF2923  DSCF2926

Foto bersama
DSCF5233 DSCF5337

 

Irau Arkeologi 2018 (Bagian 2)

Kegiatan Hari ke-2 (3 Oktober 2018)

Kegiatan hari kedua ini terdiri dari seminar dan workshop pembuatan talun dan kuden tana.

Seminar

Seminar ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 3 Oktober 2018, di Desa Long Bawan. Seminar bertajuk Penguatan Karakter Budaya di Kawasan Perbatasan diharapkan dapat memunculkan gagasan-gagasan mengenai pemajuan kebudayaan dan peradaban. Pembicara dalam seminar antara lain Bapak Serfianus, S.IP (Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan), Bapak Heidy Surachman (Kepada Bidang Pengembangan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Dwi Yani Yuniawati (Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta), Bapak Tirza Galih (Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur), dan Bapak Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang).

Pemateri

DSCF2612

Pemaparan

Heidy Surachman (Kepada Bidang Pengembangan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)

DSCF2582

Bapak Serfianus, S.IP (Kepala Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan)

DSC_0021

Dwi Yani Yuniawati (Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta)

DSCF2605

Bapak Tirza Galih (Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur)

DSC_0059

Bapak Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang)

DSC_0057

Diskusi

DSCF2591 DSCF2595

Workshop Pembuatan Gerabah dan Kain Kulit Kayu

  • Gerabah merupakan wadah dari tanah liat. Wadah ini digunakan sejak masa prasejarah. Tradisi pembuatan gerabah (kuden tana’) juga berkembang di kawasan Krayan. Namun, seiring berlangsungnya waktu tradisi ini juga mengalami kepunahan. Melalui workshop pembuatan gerabah diharapkan pengetahuan teknologi tradisional akan tetap lestari.
  • Tradisi pembuatan kulit kayu berlangsung sejak masa prasejarah hingga kini. Tradisi tersebut masih berlangsung di beberapa tempat di Indonesia khususnya Krayan. Tujuannya untuk melestarikan tradisi leluhur sebagai bentuk kepedulian akan kearifan lokal.

Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 3—6 Oktober 2018 bertempat di Rumah Kubu, Lokasi Terang Baru. Peserta workshop sebanyak 20 orang terdiri dari siswa SMUK 10 orang dan siswa SMK 10 orang. Kemudian peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu satu kelompok untuk membuat gerabah dan satu kelompoknya lagi membuat kain kulit kayu. Mentor dalam workshop ini adalah Bapak Rochtri Agung Bawono (Dosen dari Universitas Udayana).

Pembuatan Gerabah

DSCF4854

Pembuatan Kulit Kayu

DSCF4855

Mentor

DSCF4801

 

 Page 1 of 25  1  2  3  4  5 » ...  Last »