Archive for February, 2019

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam data arkeologi yang ada di kawasan sebelah utara Sungai Keriau, pembagian ruang kuta di sebelah utara Sungai Keriau dan kronologi bangunan rumah tersebut. Penelitian dilaksanakan pada selama 20 hari, yaitu dari tanggal 20 Agustus – 8 September 2018. Penelitian ini di ketuai oleh Sunarningsih dengan anggota tim Nugroho Nur Susanto, Hartatik, Ida Bagus Putu Prajna Yogi, Yuka Nurtanti Cahyaningtyas, Wijanarka, Misradin, Gauri Vidya Daneswara Kiwok Dihit Rampai, dan Abdurrasyid.

Lokasi Penelitian

Secara administratif, Kuta Bataguh termasuk wilayah Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Lokasi situs berada di antara dua handil, yaitu Handil Alai, dan Handil Kota.

5

Tahap Penelitian

Survei

Survei bertujuan untuk mencari pola pembagian ruang yang ada di sebelah utara Sungai Kariau. Cara kerja tim survei adalah menandai setiap temuan tiang kayu dan bekas lubang tiang dengan menancapkan bendera di tempat tersebut. Selanjutnya, keberadaan tiang dan lubang bekas tiang tersebut dipetakan, sehingga bisa diketahui perkiraan jumlah rumah di areal tersebut

l45

Ekskavasi

Tim ekskavasi melakukan pembukaan test pit di beberapa tempat untuk mengetahui seberapa banyak sisa aktivitas yang masih dapat ditemukan dan jenis artefak yag ditinggalkan oleh penghuni kuta pada masa itu.

10

Temuan

Temuan survei

Hasil survei sebagian merupakan koleksi masyarakat, yang menemukannya di sekitar situs, artefak di bawah ini merupakan koleksi H. Anan.

lpa bataguh 18 lengkap-ASIH

lpa bataguh 18 lengkap-ASIH2

lpa bataguh 18 lengkap-3

Temuan di kotak gali

9  8

Hasil Analisis

bataguh-satelit

Garis merah adalah batas situs Bataguh dan garis biru adalah aliran Sungai Kariau yang membelah kuta. Keberadaan kuta Bataguh yang terlihat dari satelit tersebut menunjukkan bahwa hunian yang dilengkapi dengan pagar keliling (benteng) dari tiang kayu ulin tersebut dibuat terencana dengan berbagai pertimbangan. Kemungkinan diluar pagar benteng dikelilingi oleh parit yang mempunyai lebar antara 5 – 7 meter. Bentuk pagar yang berada di atas aliran sungai yang membelah kuta tersebut tentunya juga dibuat berbeda dengan pagar yang berada di atas tanah. Sungai yang mengalir di dalam kuta mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup penghuninya.

Latar belakang penelitian permukiman periode Hindu-Buddha di DAS Pawan karena adanya temuan data arkeologi dari periode abad ke 14-15 di hilir dan hulu DAS Pawan, adanya penyebutan daerah tributari majapahit, dalam naskah negarakretagama dan wringin pitu, dan cerita rakyat mengenai pengaruh majapahit pada masa lalu di DAS Pawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  indikasi permukiman arkeologi periode Hindu-Budha di DAS Pawan Bagian Hulu dan pengaruh Kebudayaan Hindu-Budha di DAS Pawan Bagian Hulu pada masa lalu. Tim penelitian ini diketuai oleh Ida Bagus Putu Prajna Yogi dengan anggota tim Imam Hindarto, Eko Herwanto, Widyanayati, Roctri Agung Bawono, dan IB Suananda Yogi.

Lokasi Penelitian

1

Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Luasan wilayah penelitian yaitu berada di Daerah Aliran Sungai Pawan yang meliputi aliran Sungai Pawan sendiri dan anak-anak sungainya.

Tahap Penelitian

Survei Radar di Beberapa Lokasi di Benua Kayong

2

Hasil survei georadar

  • Indikasi temuan struktur lainnya di sekitar Candi Negeri Baru
  • Indikasi temuan struktur bata di Makam Keramat 7
  • Indikasi anomali menarik di Makam Keramat 9

Ekskavasi

4