Archive for July, 2018

Monitoring Dan Pelatihan Layanan Jardiknas

Balai Arkeologi Kalsel dikunjungi oleh petugas pustekkom pada hari Jumat tanggal 13 Juli 2018, dalam rangka monitoring dan pelatihan mengenai layanan jardiknas. Hal ini dilakukan dalam rangka menunjang pemanfaatan jaringan pada satker, dengan kegiatan monitoring dan pelatihan penanganan gangguan zona kantor LAN satker tahun 2018. Pustekkom juga mengadakan sosialisai mengenai Layanan Jardiknas yang ada di pustekkom dan dapat gunakan oleh satker-satker yang ada di kemdikbud, termasuk Balar Kalsel.

Kegiatan Sosialisasi

Pemaparan materi

WhatsApp Image 2018-07-13 at 9.07.07 AM WhatsApp Image 2018-07-13 at 9.07.08 AM

Diskusi

WhatsApp Image 2018-07-13 at 9.07.09 AM  WhatsApp Image 2018-07-13 at 9.07.13 AM

 

Tes Asesmen pegawai balar kalsel dilaksanakan dua tahap, yaitu 9 Juli 2018  dan 13 Juli 2018. Tanggal 9 Juli 2018 diikuti oleh tujuh orang peserta dari Balar Kalsel, yaitu, Bapak Nuralam, Ibu Normalina, Bapak Bambang Sugiyanto, Ibu Vida P.R. Kusmartono, Bapak Ulce Oktrivia, dan Ibu Siti Patimah Lubis. Tanggal 13 Juli 2018 diikuti oleh empat orang peserta, yaitu Bapak Wasita, Bapak Nugroho Nur Susanto, Ibu Hartatik, Ibu Nia Marniati E.F. Tempat pelaksanaanya di LPMP Kalimantan Selatan.

Sosialisasi WBK ini bertujuan untuk menciptakan wilayah kerja Kemendikbud bebas dari korupsi. Dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Juni 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, dengan dua narasumber dari Inspektorat Jendral Kemendikbud.

Kegiatan sosialisasi

WhatsApp Image 2018-06-28 at 9.25.18 AM

WhatsApp Image 2018-06-28 at 9.25.20 AM

WhatsApp Image 2018-06-28 at 12.59.50 PM

POLA PEMUKIMAN KUNO MASYRAKAT LUNDAYEH

Penelitian ini mempunyai dua tujuan, yaitu pertama, bertujuan untuk memahami hubungan antarartefak yang terkait dengan proses hunian. Hubungan dari masing-masing artefak diharapkan mampu memberikan gambaran akan pola pemukiman. Kedua, bertujuan untuk memahami hubungan proses penghunian dalam sebuah bentang lahan. Secara khusus, diharapkan dapat memberikan gambaran ruang okupasi yang terkait dengan proses hunian. Tahapan pelaksanaan penelitian berupa diskusi kelompok, wawancara, dan ekskavasi. Penelitian ini dipimpin oleh Bapak Ulce Oktrivia, S.S. dan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 sampai dengan 15 Mei 2018.

Lokasi penelitian

Desa Buduk Kubul, yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara

14. peta situasi lokasi penelitian

Tahapan penelitian

Survei (Peninjauan Patung Baye Tana)

11. peninjauan ke patung baye tana  12. peninjauan ke patung baye tana

Ekskavasi

7. Tenaga lokal menggali  8. Bekas lubang untuk tiap pada TP 6

Temuan

2. batu arit

Batu Arit

3. batu pun

Batu Pun

10. struktur dasar batu pun

Struktur dasar batu pun

Keberadaan situs pertama kali diketahui oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan melalui informasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan. Keberadaan situs tersebut sebenarnya telah diketahui oleh masyarakat sejak tahun 2015, dan sudah terjadi kegiatan pencarian benda berharga, terutama untuk menemukan manik marjan, yang dilakukan tidak hanya oleh masyarakat di sekitar situs tetapi juga masyarakat lainnya yang tinggal relatif jauh dari situs. Aktivitas tersebut diakhiri karena ada kekhawatiran rusaknya kebun karet oleh pemilik lahan. Situs Hamarung secara astronomis berada pada 02°19’01.8” LS dan 115°33’42.7” BT, dan secara administratif termasuk wilayah Desa Hamarung, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Temuan artefak seperti manik- manik, fragmen kayu, fragmen gerabah, fragmen keramik, fragmen kaca, dan fragmen logam. Penelitian ini dilakukan selama dua hari yaitu, tanggal 14–15 Februari 2018, dengan dua orang peneliti yaitu, Bapak Bambang Sugiyanto, S.S. dan Ibu Sunarningsih, M.A.

Kondisi dan situasi lokasi penelitian

DSCN7439 DSCN7448

Temuan

DSCN7430 DSCN7432

DSCN7437 DSCN7451

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tungku dan wadah peleburan logam, sumber bahan baku dan proses/teknologi pengolahan logam sebagai bahan untuk menjelaskan bahwa masyarakat di hulu Barito terutama di DAS Montalat pada masa lalu telah mengenal teknik pengerjaan logam, menjelaskan korelasinya dengan tradisi pandai besi yang masih berlangsung hingga kini serta persepsi masyarakat terhadap nilai atau makna buren dan besi Montalat. Persepsi masyarakat ini berkaitan dengan nilai penting tinggalan arkeologi (buren dan besi Montalat) bagi sejarah perkembangan teknologi pengerjaan logam, serta  keahlian nenek moyang mengolah logam yang diharapkan dapat  dimaknai sebagai identitas dan kebanggaan daerah bahkan (mungkin) nasional. Pengambilan data di  lapangan dilakukan  dengan metode survei berupa pengamatan objek, wawancara dan ekskavasi. Sebelum survei, dilakukan wawancara dengan penduduk setempat untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai keberadaan situs-situs peleburan dan sumber bahan/tambang batu besi.  Tim penelitian berjumlah 10 orang, yaitu Ibu Hartatik (peneliti Ketua Tim), Ibu Sunarningsih (Peneliti), Bapak Nugroho N.S (Peneliti), Bapak Restu Budi S. (Peneliti), Harry Oktavianus S. (Peneliti), Gauri Vidya D (Antropolog), Abdurrasyid  (Teknisi Peralatan), Rahmat Taufik  (Teknisi Penggambaran), Sundoko  (Teknisi Dokumentasi), dan Ismail (Teknisi Pemetaan).  Penelitian ini dilakukan sekitar bulan April sampai dengan Mei.

Lokasi penelitian

Kecamatan Gunung Timang (Desa Kandui, Pelari, Sengkorang), Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

2

Tahapan penelitian

Wawancara

Wawancara dengan Pak Agus (1) 3

Survei

Survei Buren Santo (5)

Ekskavasi

Ekskavasi TP 3 (1)

Temuan

Temuan Tuyers (1) Temuan Batu Asah (Kayu Sungkai) (3)

Tuyers Buren Benangin (1) Batu Asah Kayu Sungkai (1)

Tuyer benangin Batu asahan sungkai

 

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persebaran situs-situs gua hunian prasejarah di dalam kawasan karst Desa Rejosari. Tim penelitian terdiri dari lima orang di pimpin Bapak Bambang Sugiyanto, SS (peneliti madya bidang arkeologi prasejarah), anggota tim peneliti empat orang, terdiri dari dua orang arkeolog prasejarah, satu geolog, dan satu teknisi pemetaan/penggambaran. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan survei dan ekskavasi (test pit). Waktu pelaksanaan tanggal 8 April sampai dengan 21 April 2018. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion dengan dua narasumber,  yaitu Ibu Indah Nurani Asikin, M.Hum (Balai Arkeologi DI Yogyakarta) dan  Dr. Tri Wuryani (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), yang dilaksankan di Banjarbaru. Sebelum melakukan penelitian, tim melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di lokasi penelitian.

Lokasi penelitian

Kawasan karst di Desa Rejosari, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

1

Tahapan Penelitian

Focus Group Discussion

Narasumber: Ibu Indah Nurani Asikin, M.Hum (Balai Arkeologi DI Yogyakarta) dan  Dr. Tri Wuryani (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional)

DSCF0045 DSCF0060

Koordinasi dengan pemangku kepentingan

DSCF0089 DSCF0090

Survei dan Ekskavasi

IMG_20180412_145031 DSCF0146

Temuan

DSCF0720 DSCF0779

Thiaridae (4) Gigi Binatang Sisi B (2)

DSCF0606 DSCF0642